Guangzhou adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. Terletak di tepi Sungai Mutiara (Pearl River)—sekitar 120 km (75 mil) di sebelah utara-barat laut Hong Kong dan 145 km (90 mil) di sebelah utara Makau—Guangzhou memiliki sejarah yang membentang lebih dari 2.200 tahun dan pernah menjadi titik akhir utama Jalur Sutra maritim; kota ini tetap berfungsi sebagai pelabuhan dan pusat transportasi utama, serta merupakan salah satu dari tiga kota terbesar di Tiongkok. Sempat menjadi satu-satunya pelabuhan Tiongkok yang dapat diakses oleh sebagian besar pedagang asing dalam waktu yang lama, Guangzhou jatuh ke tangan Inggris selama Perang Opium Pertama. Setelah perang usai dan tidak lagi memegang hak monopoli, kota ini kehilangan pangsa perdagangan ke pelabuhan lain seperti Hong Kong dan Shanghai, namun tetap berperan sebagai pelabuhan alih muat (transshipment) yang penting. Berkat populasi perkotaan yang padat dan volume lalu lintas pelabuhan yang tinggi, Guangzhou diklasifikasikan sebagai Megakota Pelabuhan Besar (Large-Port Megacity), yakni jenis kota pelabuhan terbesar di dunia. Akibat pembatasan perjalanan global pada awal pandemi COVID-19, Bandara Internasional Guangzhou Baiyun—bandara utama di Guangzhou—sempat menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang pada tahun 2020.