Bujumbura adalah ibu kota ekonomi, kota terbesar, dan pelabuhan utama Burundi. Kota ini menjadi titik pengiriman bagi sebagian besar komoditas ekspor utama negara tersebut—yakni kopi—serta kapas dan bijih timah. Bujumbura sebelumnya merupakan ibu kota negara yang sesungguhnya. Pada akhir Desember 2018, Presiden Burundi Pierre Nkurunziza mengumumkan akan merealisasikan janji tahun 2007 untuk mengembalikan status Gitega sebagai ibu kota politik, sementara Bujumbura tetap menjadi ibu kota ekonomi dan pusat perdagangan. Perubahan tersebut diresmikan melalui pemungutan suara di Parlemen Burundi pada 16 Januari 2019, dengan ketentuan bahwa seluruh lembaga pemerintahan diharapkan pindah ke Gitega dalam kurun waktu tiga tahun.