Alexandria adalah kota terbesar kedua di Mesir dan kota terbesar di pesisir Laut Tengah. Didirikan sekitar tahun 331 SM oleh Aleksander Agung, Alexandria berkembang pesat dan menjadi pusat utama peradaban Helenistik, yang pada akhirnya menggantikan Memphis—yang kini terletak di wilayah Kairo Raya—sebagai ibu kota Mesir. Dijuluki "Pengantin Laut Tengah" oleh penduduk setempat, Alexandria merupakan destinasi wisata populer sekaligus pusat industri penting berkat adanya jaringan pipa minyak dan gas alam dari Suez. Kota ini membentang sekitar 40 km (25 mil) di sepanjang pesisir utara Mesir dan merupakan kota terbesar di kawasan Laut Tengah, kota terbesar kedua di Mesir (setelah Kairo), kota terbesar keempat di dunia Arab, serta kota terbesar kesembilan sekaligus wilayah perkotaan terbesar kesembilan di Afrika.

Kota ini merupakan pusat utama Kekristenan awal sekaligus pusat Patriarkat Aleksandria, yang menjadi salah satu pusat utama Kekristenan di Kekaisaran Romawi Timur. Di masa kini, Gereja Ortodoks Koptik dan Gereja Ortodoks Yunani Aleksandria sama-sama mengklaim warisan kuno tersebut. Menjelang tahun 641, kota ini sebagian besar telah dijarah dan kehilangan signifikansinya, sebelum akhirnya bangkit kembali di era modern. Sejak akhir abad ke-18, Aleksandria berkembang menjadi pusat utama industri pelayaran internasional dan salah satu pusat perdagangan terpenting di dunia, berkat keuntungan dari kemudahan akses jalur darat yang menghubungkan Laut Tengah dengan Laut Merah serta perdagangan kapas Mesir yang sangat menguntungkan.

  • Ruang Periklanan
    Ruang Periklanan
    Ruang Periklanan