Addis Ababa adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Ethiopia. Berdasarkan sensus tahun 2007, populasi kota ini diperkirakan mencapai 2.739.551 jiwa. Addis Ababa merupakan pusat budaya, seni, keuangan, dan administrasi Ethiopia yang sangat maju dan penting. Kota ini juga berfungsi sebagai ibu kota Wilayah Oromia.

Addis Ababa mengalami lonjakan ekonomi berskala besar pada tahun 1926 dan 1927, serta peningkatan jumlah bangunan milik kelas menengah, termasuk rumah-rumah batu yang dilengkapi dengan perabotan impor dari Eropa. Kelas menengah juga mengimpor mobil keluaran terbaru dan memperluas institusi perbankan. Selama masa pendudukan Italia, urbanisasi dan modernisasi terus meningkat berkat adanya rencana induk; tujuannya adalah menjadikan Addis Ababa sebagai kota yang lebih bernuansa "kolonial", dan upaya ini terus berlanjut setelah masa pendudukan berakhir. Rencana-rencana induk berikutnya disusun oleh konsultan asal Prancis dan Inggris mulai tahun 1940-an, dengan fokus pada pembangunan monumen, fasilitas umum, kota satelit, dan penataan kawasan pusat kota. Demikian pula, rencana induk Italia-Ethiopia yang dibuat kemudian (yang juga sempat direncanakan pada tahun 1986) hanya berfokus pada struktur perkotaan dan layanan akomodasi, namun aspek-aspek tersebut kemudian disesuaikan dalam rencana induk tahun 2003.

  • Ruang Periklanan
    Ruang Periklanan
    Ruang Periklanan